Mobil listrik adalah kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik, ditenagai listrik dari baterai atau sel bahan bakar. Komponennya terdiri dari motor listrik, baterai (accu), alat pengisian ulang (charger), kontrol kecepatan (speed control), dan sistem manajemen energi (Energy Management System atau EMS). Energi listrik diubah ke energi mekanik melalui motor listrik agar dapat menjalankan mobil.
Motor Listrik memperoleh energi dari baterai yang memiliki fungsi untuk menyimpan energi listrik. Apabila energi listrik yang ada pada baterai habis dapat diisi ulang. Dalam pengisiannya membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga kurang praktis. Namun disisi lain kendaraan listrik merupakan kendaraan yang ramah lingkungan, tidak berisik dan mempunyai akselerasi yang bagus.
Sejarah Mobil Listrik
Ide pertama kali kendaraan listrik sudah ada sejak akhir tahun 1800an. Pada tahun 1828, Anyos Jedlik yang berasal dari Hungaria telah membuat prototipe pertama mesin yang menggunakan tenaga listrik. Lalu pada tahun 1897 menggunakan mobil lsitrik sebagai kendaraan komersial di Amerika Serikat, yaitu taksi yang diciptakan oleh Electric Carriage & Wagon Company Philadelphia.
Di awal abad ke-20 berbagai perusahaan di Amerika Serikat telah memproduksi mobil listrik, yaitu Anthony Electric, Baker, Columbia dan lainnya. Pada tahun 1902 Woods Motor Vehicle Co memproduksi mobil lsitrik dengan nama Phaeton. Di tahun 1970-an city car muncul, kendaraan listrik ini mulai dibuat secara massal.
Terjadi krisis energi di tahun 1970-an & 1980-an yang mana hal ini meningkatkan kembali kendaraan listrik yang dianggap memiliki kelebihan hemat energi & ramah lingkungan. Pada akhir tahun 2000-an terjadi resesi ekonomi skala global. Hal ini menyebabkan produsen otomotif beralih dari mobil berukuran besar ke mobil kecil, hybrid dan bertenaga listrik.
Perbandingan Mobil Listrik dan Mobil Konvensional
Harga |
Perawatan |
Jarak & Waktu Pengisian | |||
Listrik | Konvensional | Listrik | Konvensional | Listrik |
Konvensional |
Harga mobil listrik lebih mahal karena mahalnya baterai yang terpasang di mobil tersebut. | Lebih murah karena karena tidak memiliki komponen baterai, sedangkan menggunakan bahan bakar minyak. | Komponen yang ada jauh lebih sedikit sehingga perawatannya murah |
Perawatan pada konvensional jauh lebih banyak karena memiliki komponen yang lebih banyak. |
Membutuhkan pengisian baterai yang cukup lama untuk pengisian baterainya. | Mudah ditemui untuk pengisian bahan bakarnya, sehingga jarak tempuh bukan perkara besar, bahkan dikatakan memiliki jarak tempuh yang tak terbatas |
Dalam perkembangannya baterai mobil listrik berhasil disiasati oleh salah satu perusahaan yaitu Tesla Motors. Baterai yang diciptakan terhitung 4 kali memiliki harga lebih murah, sehingga memungkinkan penurunan harga mobil listrik. Perawatan baterai merupakan biaya terbesar yang ada di mobil listrik. Karena terdiri dari berbagai macam sel invdividu yang kompleks sehingga apabila terjadi kerusakan perlu diganti secara periodik.
Beberapa Industri Mobil Listrik di Dunia
- Tesla (California, Amerika Serikat): Pengembangannya dimulai dari Tesla Roadster pada tahun 2004 & lalu memperkenalkan ke publik pada tahun 2008. Hingga bulan Januari 2011 Tesla telah mencapai penjualan 1.500 unit Roadster di 31 Negara.
- Renault (Prancis): Renault Twizy Sport F1 mempunyai kelebihan, yaitu kendaraan digerakkan oleh mesin Kinetic Energy Recovery System (KERS) seperti yang digunakan pada mobil F1.
- Nissan: Nissan leaf merupakan mobil listrik terlaris hingga bulan April 2021 dengan penjualan 27.000 unit. 13.000 unit berhasil terjual di Jepang, lalu 11.000 unit berhasil terjual di A.S dan 3.000 unit di Eropa.
- Mitsubishi (Jepang): Mobil listrik yang memiliki nama i-MiEV dan telah dipasarkan secara massal di Jepang & Eropa sebanyak 60.000 unit. Mobil listrik ini meraih penjualan terlaris kedua setelah Nissan Leaf.
- KIA (Korea Selatan): KIA meluncurkan mobil listrik berbasis KIA Soul dengan nama KIA Soul EV. Mobil ini menggunakan sistem regenerative braking, pada saat baterai habis membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk mengisi baterai sampai penuh.
- Hang Development Company: salah satu negara di Asia Tenggara yang tanpa disangka-sangka telah menelurkan mobil listrik peratamanya yang diberi nama Angkor EV 2013.
Industri Mobil Listrik Dunia yang Gagal
- Aptera (California, Amerika Serikat): perkembangannya dimulai pada tahun 2005. Menurut Reuters, yang menyebabkan gagalnya kendaraan listrik Aptera dimulai dari tidak berhasilnya perusahaan dalam mengelola dana untuk menggunakan sistem “ultra-efisien” saat mobil ini digerakan.
- Artega (Delbruck, Jerman): kebangkrutan disebabkan karena perusahaan ini tidak bisa mencari investor untuk menghidupi 34 karyawannya.
- Think (Norwegia): Perusahaan yang sudah berada di industri otomotif selama 20 tahun ini kolaps karena sekitar awal 2011 produsen mobil listrik Think tidak bisa melakukan produksi lagi & telah memberikan proposal gulung tikar ke pengadilan. Pada akhir 2011 Think Global AS dapat kembali memulihkan kondisi perusahaannya setelah pebisnis asal Rusia, Boris G. Zingarevic memberikan dana & berubah nama menjadi Electric Mobility Solutions.
Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia
Nikel merupakan hasil tambang yang sangat berpengaruh atas hadirnya mobil listrik di Indonesia, karena memiliki potensi keuntungan yang tinggi apabila bisa mengelola nikel menjadi produk siap pakai berupa baterai. Saat ini Indonesia mempunyai 23 persen cadangan nikel dunia serta mempunyai bahan dasar untuk membuat baterai litium.
Jika dikelola secara maksimal sebagai modal untuk menciptakan industri baterai nasional, Indonesia memiliki kemungkinan di tahun 2030 dapat menjadi negara yang memproduksi baterai mobil listrik terdepan di ASEAN. Di tengah berkembanganya kendaraan listrik ini, Indonesia memiliki potensi menerima carbon tax paling sedikit di angka Rp. 3,04 triliun per tahunnya.
Produksi akan didominasi oleh merek Jepang yang saat ini mengembangkan mobil listrik yang mampu memasarkan ke pasar di beberapa tahun kedepan. China & Korea Selatan juga menunjukan eksistensinya dengan teknologi yang mereka punya.
Salah satu contoh yaitu Hyundai, aktif mendatangkan 2 mobil listrik di Indonesia. Hyundai juga telah sepakat akan membangun pabrik baterai di daerah Karawang serta bekerja sama dengan LG. Wuling pun ikut andil yang digadang akan produksi di 2022 ini.
SAIC-GM-Wuling Indonesia mensupport untuk Menyusun standar serta kebijakan industri NEV ( Neighbourhood Electric Vehicle). Hal ini dilakukan karena negara di Asia Tenggara saat ini sedang menggencarkan untuk mempercepat perpindahan dari kendaraan konvensional ke kendaraan elektrifikasi.
Menanggapi perkembangan ini, perusahaan di Indonesia mulai mempersiapkan strategi kedepannya untuk menggunakan peluang ini. Salah satunya Dokter Mobil Indonesia, yang telah memiliki tim research and development mobil listrik untuk mempersiapkan pengerjaan kendaraan listrik apabila kedepannya kendaraan listrik telah marak di Indonesia. Pengerjaan mobil listrik kedepannya juga akan diterapkan pada Dokter Mobil Kemitraan, sehingga bisnis dapat berkelanjutan dan mampu bersaing. Ingin mengetahui Dokter Mobil Kemitraan lebih dalam lagi? Dapat menghubungi narahubung di bawah ini ya.
Narahubung: wa.me/6287889117506 (Alfi)